Minggu, 16 Desember 2012

Suicide Bombing


Perjalanan itu tidak akan pernah berhenti meski hanya satu titik.Sebagaimana proses kelahiran, kematian adalah jalan menuju keabadian.Dari raga yang serba fana, jiwa terurai dalam imanensi.Bagi sebagian diri, ada janji yang tak terperi.Tentang surga dan neraka.Tetapi buat diri yang lain, keikhlasan lebih membawa ketentraman dalam menemukan, '' Yang Paling Awal dan Paling Akhir ''.

Kesucian laku menuju kesejatian, telah ternodai oleh sebuah langkah yang salah arah.Langkah yang kurang terarah, yang melawan kepasrahan.Laku itu tidak lagi sebagai cahaya bagi penenteram jiwa.Tetapi lebih kepada pemaksaan subyektifitas diri yang serba egois.

'' Suicide Bombing '', adalah jalan yang melawan diri sendiri.Jiwa yang seharusnya merdeka, telah terjajah oleh egoisme.Dengan dalih kebenaran, dari mereka yang menganggap kemuliaan tentang jalan itu.Mereka tidak lagi menuju kepada cahaya kemuliaan tetapi telah menjerumuskan kesucian kedalam kegelapan.

'' Pluralisme '', tidak lagi dapat ditawar.Demi, membuka mata yang telah buta.Atau, membisiki telinga yang hampir menjadi tuli.Kebenaran itu tidak akan ditemukan dalam sudut yang serba sempit.Karena ia sebuah misteri yang membuat diri menjadi dewasa.Bukan diri dengan pemaksaan kehendak tanpa mau mengerti orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar