Minggu, 16 Desember 2012

Kelompok Sempalan

Istilah " Sempalan " oleh Cak Nun digunakan untuk menyebut Syekh Siti Jenar dengan kalimat "Wali Sempalan ".Seorang wali yang memiliki pandangan berbeda terhadap ajaran Islam dengan wali yang lain atau Wali Songo.Demikian juga Gus Dur, menggunakan istilah sempalan untuk menamakan kelompok kecil dalam umat Islam yang menyimpang.Kata sempalan berasal dari bahasa Jawa, yang apabila dicari dalam istilah bahasa Indonesia susah ditemukan kesamaannya.Sempalan digunakan untuk menyebutkan dahan yang patah dari pohonnya.Atau ranting yang patah dari dahannya, kata Gus Dur.

Kelompok sempalan atau " splinter groups ", merupakan kelompok kecil yang muncul belakangan sebagai antitesa dari agama induknya.Jumlah jama ' ah pada umumnya lebih kecil dibandingkan agama mainstream.Dan yang lebih ekstrim lagi, kelompok ini dapat berubah menjadi agama baru.Atau mengklaim keyakinan mereka sebagai agama baru meskipun lahir dari ajaran sebelumnya.Dalam fiqih disebut " syar ' u man qablana ".

Munculnya kelompok sempalan disebabkan adanya ketidak puasan dengan ajaran yang sudah ada.Ditambah lagi kekhawatiran mereka mengenai kondisi yang semakin berkembang dan mereka tidak yakin agama lama mampu mengahadapi persoalan dalam masyarakat.Hal ini akibat tidak tercapainya perdamaian dalam masing-masing agama.Bahkan agama justru menjadi sumber konflik bukan perdamainan.

Menurut Gus Dur kembali, mereka berpegangan pada adagium, la dina illa bi jama ' atin, wala jama ' ata illa bi imaratin, wala imarata illa bi amirin ( bi imamin, bi khalifatin dll.), bahwa tidak ada agama tanpa masyarakat, tidak ada masyarakat tanpa kepemimpinan, tidak ada kepemimpinan tanpa pemimpin (amir, imam, khalifah dll.).

Keyakinan ini menyebabkan tidak disaringnya kebenaran yang diajarkan pemimpin mereka.Kecenderungan untuk " taklid " atau semua yang dikatakan pemimpin selalu benar, sangat besar.Sehingga fanatisme kelompok sering terjadi.

Kelompok sempalan dapat berkembang menjadi agama sempalan.Bahkan cenderung menganggap ajaran lama harus dieliminasi karena dianggap salah.Sikap yang demikian kerap kali mengundang konflik karena jama ' ah agama mainstream pasti merasa keyakinan mereka terlah ternodai.Seperti yang ditunjukkan Lia Aminudin.Dari mengaku sebagai nabi baru, menjadi sebagai " titisan " malaikat Jibril atau ruhul kudus.Menurut Lia Aminudin, agama lama ( Islam, Nasrani dan Yahudi) dianggap salah dan harus dihapus.

Meskipun ajarannya berasal dari ketiga agama tadi (dalam Abd.Moqsith Ghazali-situs JIL).Lia Aminudin hampir menjadi sasaran kemarahan masyarakat apabila tidak segera diamankan dan diadili. Kelompok sempalan, agama sempalan atau wali sempalan akan selalu muncul seiring perkembangan sejarah kemanusiaan.

Ketidakpuasan kelompok di dalam agama akan selalu ada.Ditambah lagi adanya sebagian umat beragama yang tidak mampu mengambil simpati jama ' ah lain.Meski begitu kita harus tetap saling menghormati, bukannya sebaliknya saling menyalahkan dan akibatnya terjadi konflik yang berkepanjangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar